• Kamis, 03 April 2025

Murid Berkurang Drastis, Korea Selatan Tutup 49 Sekolah pada 2025

Murid Berkurang Drastis, Korea Selatan Tutup 49 Sekolah pada 2025
Sebuah ruang kelas di Sekolah Dasar Joongni di Pocheon, Provinsi Gyeonggi, terlihat tanpa murid dalam foto yang diambil pada tanggal 4 Maret 2024. Sekolah tersebut tidak memiliki murid baru pada tahun itu dan dijadwalkan akan ditutup pada tanggal 1 Maret tahun ini. (Korea Times)

SEAToday.com, Jakarta - Korea Selatan menghadapi tantangan besar dalam dunia pendidikan dengan ditutupnya 49 sekolah di berbagai kota dan provinsi sepanjang tahun ini. Penutupan ini terjadi karena jumlah siswa yang terus menurun, sebagaimana dilaporkan oleh harian Korea Herald pada Minggu (23/2).

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah sekolah yang ditutup akibat kekurangan siswa terus meningkat. Pada 2023, tercatat 22 sekolah yang harus tutup, kemudian bertambah menjadi 33 sekolah pada 2024, dan tahun ini jumlahnya melonjak lagi.

Menurut data Kementerian Pendidikan Korea Selatan, sebagian besar sekolah yang terdampak, yaitu sekitar 88 persen, berada di daerah pedesaan. Sementara itu, di ibu kota Seoul, tidak ada sekolah yang akan ditutup. Namun, di Provinsi Gyeonggi—yang merupakan wilayah dengan populasi terbanyak di sekitar Seoul—terdapat enam sekolah yang terancam ditutup.

Provinsi Jeolla Selatan menjadi wilayah dengan jumlah sekolah yang paling banyak terdampak, yaitu 10 sekolah. Disusul oleh Provinsi Chungcheong Selatan dengan sembilan sekolah, Provinsi Jeolla Utara dengan delapan sekolah, serta Provinsi Gangwon dengan tujuh sekolah.

Dari total 49 sekolah yang akan ditutup, mayoritas adalah sekolah dasar dengan jumlah 38 sekolah, sementara delapan lainnya merupakan sekolah menengah pertama dan tiga sekolah menengah atas.

Penurunan angka pendaftaran siswa, terutama di daerah pedesaan, menjadi tantangan utama yang menyebabkan semakin banyak sekolah dasar kehilangan murid dan akhirnya harus ditutup.

Korea Selatan secara resmi telah menjadi negara dengan "masyarakat dominan lansia," di mana lebih dari 20 persen populasinya kini berusia di atas 65 tahun, lapor kantor berita Yonhap mengutip Kementerian Dalam Negeri negara tersebut. 

Share
Kabar Indonesia
Prabowo Terbitkan Aturan Baru, Korban PHK Dapat Tunjangan 60% Gaji Selama 6 Bulan

Prabowo Terbitkan Aturan Baru, Korban PHK Dapat Tunjangan 60% Gaji Selama 6 Bulan

Prabowo Putuskan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Berjalan Mulai 10 F...

Presiden Prabowo Subianto putuskan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) resmi berjalan secara nasional pada 10 Februari 2025.

Kemendikdasmen Libatkan Sekolah Swasta dalam SPMB

Kemendikdasmen turut melibatkan sekolah swasta dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang akan menggantikan sistem PPDB pada 2025.

Menteri Pariwisata Tegaskan Komitmen Wujudkan Pariwisata Aman

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa ingin komitmen pemerintah untuk mewujudkan pariwisata yang aman dan nyaman.

MK Resmi Hapus Presidential Threshold pada UU Pemilu

Mahkamah Konstitusi putuskan hapus ketentuan ambang batas minimal persentase pengusulan pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam UU Pemilu.

Berita Terkini
Pemerintah Indonesia Akan Kirim Tim Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar

Pemerintah Indonesia Akan Kirim Tim Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Myanmar, Terasa hingga Thailand

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Sagaing, Myanmar pada Jumat (28/3).

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali pada Jumat Pagi

Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali dengan letusan setinggi 400 meter di atas puncak pada Jumat (28/3) pagi.

Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Naik ke Level IV

Status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) dinaikkan ke Level IV (Awas).

Gunung Marapi Kembali Erupsi Kamis Dini Hari

Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat kembali erupsi pada Kamis (20/3) dini hari pukul 02.29 WIB.