Imelda Marcos dan Hidup Mewah: Ribuan Koleksi Sepatu dari Uang Korupsi Suaminya
SEAToday.com, Jakarta - Artis kenamaan Indonesia, Sandra Dewi ketiban apes gara-gara terseret kasus korupsi suaminya, Harvey Moeis. Kasus itu membuat 88 tas mewah milik Sandra disita jaksa. Jaksa menduga tas mewah itu hasil korupsi pengelolaan timah.
Kasus korupsi yang melibatkan pasangan hidup memang tak sedikit. Namun, hanya ada satu nama yang benar-benar memuncaki daftar penikmat korupsi suaminya. Siapa lagi kalau bukan mantan Ibu Negara Filipina, Imelda Marcos. Koleksi sepatu mewahnya bejibun dari hasil suaminya tilap duit negara. Begini ceritanya.
Ferdinand Emmanuel Edralin Marcos Sr pernah membawa angin segar bagi seisi Filipina. Pria kelahiran Ilocos Norte, 11 September 1917 itu pandai mengemas citranya sebagai nasionalis sejati. Pencitraan itu nyatanya jadi makanan rakyat Filipina.
Rakyat Filipina bak kerbau yang dicolok hidungnya, alias mengikut saja. Mereka percaya Marcos punya sumbangsih besar bagi negara, sebagai pejuang kemerdekaan. Narasi itu terus dikemas dan diceritakan berulang-ulang, padahal tak benar. Kemasan yang berulang-ulang itu mulai dianggap fakta.
Cara itu nyatanya membawa Marcos naik sebagai Presiden Filipina pada 1965. Ayah dari Bongbong Marcos (Presiden Filipina saat ini) mulai menancapkan pengaruhnya. Namun, rakyat bukan jadi yang utama. Marcos justru memilih menjalankan ambisi kekuasaan pribadi.
Uang negara banyak masuk kantong pribadi dan kroninya, ketimbang kesejahteraan rakyat. Ambisi itu membawanya mengontrol berita hingga rakyat. Rezim marcos pun dikenal antikritik dan represif. Barang siapa yang mengkritik akan ditahan – bahkan dibunuh.
“Ini adalah sistem yang memungkinkan teman dan kerabat tertentu dari Presiden Marcos dan istrinya memperoleh kekayaan besar dan kekuasaan ekonomi melalui bantuan dan hak istimewa khusus yang diberikan oleh pemerintah. Ajian itu terus menguntungkan beberapa kroni melalui dana talangan pemerintah bahkan setelah perusahaan mereka bangkrut,” ujar William Branigin dalam tulisannya di surat kabar Washington Post berjudul 'Crony Capitalism' Blamed for Economic Crisis, 15 Agustus 1985.
Korupsi Gila-Gilaan
Korupnya Marcos bukan pepesan kosong belaka. Majalah Forbes tahun 2004 saja sampai menempatkannya sebagai presiden nomor dua terkorup di dunia. Posisi itu hanya dikalahkan oleh Presiden Indonesia Kedua, Soeharto yang menempati posisi pertama.
Kekayaan dari hasil korupsi bahkan sudah jadi rahasia umum di Filipina. Namun, sepanjang Marcos berkuasa tiada yang berani menggoyang kekuasaannya – apalagi ungkap korupsi. Risiko besar ada di baliknya. Kondisi itu membuat Marcos dan kroninya memperkaya dirinya.
Korupsi yang dihasilkan Marcos mengalir ke mana-mana. Rata-rata uang negara mengalir ke 270 lebih perusaaan – beberapa di antara perusahaan fiktif. Aset yang dimiliki perusahaan itu jika ditotal meliputi tanah, kapal, hingga pesawat terbang.
Uang tak sah sampai disempunyikan ke luar negeri. Marcos juga mengikuti tren pemimpin korup di dunia lainnya yang menyimpan uang di Bank Swiss. Siasat itu dilakukan supaya uang yang disimpan terjaga keamanannya.
“Sebagian besar hartanya ada di luar negeri, dalam bentuk rekening bank Swiss, real estate AS, dan rekening bank yang lebih kecil serta investasi di Bahama, Panama, Antillen Belanda, Brasil, dan beberapa negara lainnya,” ungkap Gregg Jones dalam tulisannya di The Washington Post berjudul Marcos Investigation Sabotaged by Loyalist, 22 Februari 1988.
Kekayaan yang didapat dengan tak sah itu membuat rakyat Filipina geram bukan main. Potret rakusnya Marcos digambarkan seraya menari di atas penderitaan rakyat Filipina. Suatu hal yang nantinya jadi bom waktu.
Koleksi Sepatu Mewah Imelda Marcos
Hasil korupsi yang dilakukan Marcos dinikmati juga orang terdekatnya. Istrinya Imelda Marcos jadi orang yang paling memanfaatkan hasil korupsi suaminya. Imelda bak hidup seperti orang kaya baru (OKB) saat suaminya jadi Presiden Filipina.
Tiada yang tak mampu dibelinya. Gaya hidupnya glamor. Ia bisa menghabiskan jutaan dolar AS hanya beberapa hari. Ia seraya ingin menguasai seluruh barang mewah yang ada di pasaran. Apalagi, barang itu hasil atau buatan dari jenama kelas dunia.
Sesuatu yang paling menarik adalah jumlah koleksi sepatu mewahnya. Imelda menjadikan Istana Kepresidenan Malacanang bak lemari penyimpanan sepatu mewah. Beberapa sepatu juga ditempatkan di rumahnya yang lain.
Media massa kala Marcos berkuasa memperkirakan koleksi sepatunya mencapai 7 ribu lebih pasang sepatu – belakangan jumlah itu dikonfirmasi menyusut jadi 1.600 pasang sepatu.
Sepatu-sepatunya beragam jenis dari sepatu hak tinggi hingga sepatu bot. Koleksinya pun membuat orang-orang terperangah. Wanita berjuluk Kupu-Kupu Besi itu bak jadi wanita pertama dunia yang memiliki sepatu mewah bejibun.
Biasanya orang hanya mampu mengoleksi hingga ratusan sepatu. Itupun hanya segelintir orang saja. Namun, Imelda berbeda-beda. Sepatu-sepatunya juga berasal dari jenama ternama dunia. Ada Ferragamo, Chanel, Charles Jourdan, Bally, hingga Givenchy.
Gaya hidup itu jelas jadi bahan pergunjingan seisi Filipina. Ia bisa memiliki sepatu begitu banyak, sementara jutaan rakyat Filipina hidup dalam kemiskinan. Nestapa rakyat Filipina belum berakhir. Imelda juga memiliki koleksi perhiasan dengan harga yang fantastis.
“Selain sepatu, telah dihitung pula 508 gaun malam, 427 gaun pendek, 888 tas tangan, 464 syal, 664 sapu tangan, 71 kaca mata, serta 64 payung,” tertulis dalam laporan majalah Tempo berjudul Sepatu Koleksi Imelda, 21 Februari 1987.
Hidup glamor istri Presiden Marcos kian membuat geram. Rakyat Filipina pun mulai melawan. Apalagi, setelah terbunuhnya tokoh oposisi, Benigno ‘Ninoy’ Aquino. Pembangkangan sipil pun terjadi di mana-mana.
Kondisi itu membuat Marcos dan keluarganya yang takut diganyang rakyat Filipina melarikan diri ke Hawaii, Amerika Serikat (AS) pada 1986. Pelarian itu membawa serta hasil korupsi mereka –uang berjumlah besar sudah pasti. Konon, mereka membawa harta kekayaan itu dengan 300 peti kayu.
Namun, sepatu Imelda tak semuanya dapat terbawa. Sepatunya yang berada di Istana Malacanang berjumlah 1.600 pasang tertinggal. Sepatu itu kemudian jadi simbol keserakahan rezim Marcos. Beberapa sepatu itu akhirnya di pamer di beberapa tempat: Istana Malacanang dan Museum Sepatu Marikina jadi tempat pajang sepatu paling populer.
Recommended Article
Insight Indonesia
Muhammadiyah: Ramadan 2025 Begins March 1, Eid Falls on March 30
Muhammadiyah Central Leadership (PP), Tuesday (7/1), officially set the beginning of Ramadan 1446 Hijri on March 1, 2025. Meanwhile, Eid al-Fitr or Lebaran will fall on March 30, 2025.
Ministry of Religious Affairs: 2025 Hajj Departure Begins Early M...
The Ministry of Religious Affairs (Kemenag) issued a travel plan for the 1446 Hijri/2025 Hajj pilgrimage after previously deciding on the Hajj Implementation Fee (BPIH) with the Hajj Working Committee (Panja) of the Hous...
Retirement Age for Workers Rises to 59 Years as of January 2025
This retirement age will be the basis for the utilization of the pension insurance program implemented by the Employment Social Security Agency (BPJS TK).
Government Plans To Have 5000 Heads of SPPG for Makan Bergizi Gra...
The government plans to have 5,000 heads of Nutrition Fulfillment Service Units (SPPG) to manage Makan Bergizi Gratis Programme.
Popular Post
SOEs Ministry Tries Out Four Days in Workweek System
The State-Owned Enterprises (SOEs) Ministry is testing the implementation of a four-day workweek. This was shared on Instagram @lifeatkbumn on Saturday (6/8).
TransJakarta Extends Operational Hours of Soekarno-Hatta Airport...
TransJakarta extended its service time until midnight for the corridor with destination to the Soekarno-Hatta International Airport, starting Wednesday (6/19).
Trending Topic
Weather Forecast
Weather Forecast: Rainy Day in Jakarta, Prepare for Showers from...
The Jakarta area is forecasted to experience rain starting Thursday (1/16) afternoon and continuing into the evening, according to the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG).
BMKG Predicts Light Rain in 20 Regions in Indonesia Today
As many as 20 regions in Indonesia have the potential to experience light rain on Tuesday (7/1/2025) today. Here is the complete list.
Weather Forecast for Jakarta Saturday 4 Januari 2025
BMKG predicts that Jakarta on Saturday (4/1/2025) today will only be cloudy from morning to night.
Weather Forecast for Jakarta and Around: Light Rain
The Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) predicts that light rain will fall in several areas in Jakarta