Profil Yoon Suk Yeol, Presiden Korsel yang Sempat Umumkan Darurat Militer

SEAToday.com, Seoul – Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol dikabarkan sudah mencabut status darurat militer di negara tersebut. Kondisi ini membuat pasukan militer akan ditarik dari operasi di Korsel.
Dalam pernyataannya Yoon mengaku mendapat saran dari Majelis Nasional untuk mencabut status darurat militer. Semoga saja keputusan sang presiden untuk mencabut status itu membuat kondisi politik di Korsel dan kawasan Asia bisa mencair.
Yoon lahir di Bomun-dong, sebuah kawasan di daerah Seoul pada 18 Desember 1960 (64 tahun). Yoon dibesarkan oleh orangtua yang cukup berpendidikan. Ayahnya professor di salah satu universitas di Korea Selatan begitu juga ibunya menjadi seorang akademisi.
Sebelum jadi presiden, Yoon mendalami dunia hukum. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Nasional Seoul ini lulus tahun 1991. Karier dalam bidang hukum dimulai saat menjadi Jaksa Penuntut pada 1994 di Kantor Kejaksaan distrik Daegu. Namun dia mengundurkan diri dan bekerja di sebuah firma besar.
Yoon pernah bekerja sebagai Direktur Divisi Pertama Departemen Investigasi Pusat dan Kepala Departemen Investigasi Khusus Tingkat Pertama di Kejaksaan Distrik Pusat Seoul. Pada tahun 2013 dalam pemerintahan Park Geyn-hye, Yoon menjadi pemimpin tim investigas kasus campur tangan National Intelligence Service atau NIS.
Pada Pemilu Presiden tahun 2022 lalu Yoon memenangkan kontestasi. Ia didukung oleh Partai Rakyat Berkuasa atau People Power Party. Yoon unggul tipis dari pesaingnya, Lae Jae-myung yang berasal dari Partai Demokrat. Yoon memperoleh suara 48,6 persen dan Lee mendapat 47,8 persen.
Selama dua tahun menjadi orang nomor satu di Korsel beberapa kali Yoon melakukan keputusan yang kontroversial, termasuk melakukan darurat militer meski akhirnya dicabut lagi.
Misalnya di bawah kepemimpinannya, hubungan Korsel dengan Korea Utara (Korut) justru merenggang hingga memanas. Yoon keras terhadap Korut hingga ketegangan meningkat di Semenanjung Korea.Kondisi ini dikhawatirkan bakal ada perang antar dua negara.
Yoon juga dituding tersangkut kasus korupsi dengan sejumlah pengusaha di Korsel. Banyak warga di Korsel yang melontarkan kekecewaan kepada Yoon karena diduga tak jujur dan tak terbuka dalam kasus tersebut.
Kebijakan ekonomi Yoon dianggap berpihak pada kelompok pengusaha. Misalnya orang kaya dihapus pajaknya dan kurang baik dalam memberantas isu resesi seks dimana banyak pasangan suami istri di Korsel yang tak mau memiliki anak, termasuk Yoon dan istrinya juga tak punya anak.
Recommended Article
Insight Indonesia
President Prabowo Leads Meeting on Downstream Industry Accelerati...
President Prabowo Subianto held a limited meeting with several cabinet ministers at his residence in Hambalang, Bogor
Japan's Prime Minister Supports Indonesia to Become a Member of O...
Japan's Prime Minister, Shigeru Ishiba, expressed his support for Indonesia's efforts to become a full member of the Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), which currently consists of 38 countries...
Muhammadiyah: Ramadan 2025 Begins March 1, Eid Falls on March 30
Muhammadiyah Central Leadership (PP), Tuesday (7/1), officially set the beginning of Ramadan 1446 Hijri on March 1, 2025. Meanwhile, Eid al-Fitr or Lebaran will fall on March 30, 2025.
Ministry of Religious Affairs: 2025 Hajj Departure Begins Early M...
The Ministry of Religious Affairs (Kemenag) issued a travel plan for the 1446 Hijri/2025 Hajj pilgrimage after previously deciding on the Hajj Implementation Fee (BPIH) with the Hajj Working Committee (Panja) of the Hous...
Popular Post
SOEs Ministry Tries Out Four Days in Workweek System
The State-Owned Enterprises (SOEs) Ministry is testing the implementation of a four-day workweek. This was shared on Instagram @lifeatkbumn on Saturday (6/8).
TransJakarta Extends Operational Hours of Soekarno-Hatta Airport...
TransJakarta extended its service time until midnight for the corridor with destination to the Soekarno-Hatta International Airport, starting Wednesday (6/19).
Trending Topic
Weather Forecast
The Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) Predic...
The Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) predicts that high-intensity rainfall will continue until March 11. Although a slight decrease in intensity is expected in the coming days due to weather modific...
Weather Forecast: Light Rain Across Jakarta on Thursday Afternoon
The Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) forecasts that all areas of Jakarta will experience light rain on Thursday (2/13) afternoon.
Jakarta Weather Forecast: Rain in the Morning, Clouds Throughout...
The Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) has forecasted light rain in several areas of Jakarta on Tuesday morning, including West Jakarta, Central Jakarta, East Jakarta, North Jakarta, and the Thousand...
Weather Forecast: Light Rain Expected in Parts of Jakarta on Mond...
The Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) predicts that several areas in Jakarta will experience light rain on Monday (2/10) morning.